IMPEDANSI KARAKTERISTIK

Tidak ada rotan, akarpun jadi. Itulah pepatah yang dipergunakan rekan-rekan amatir saat ini. Pasalnya mencari kabel saluran antena TV yang model tweenlead, sudah “game over” dipasaran, sehingga cari kabel yang kira-kira dapat dipakai untuk saluran dari pemancar ke antena.
Pemancar AM homebrew, sudah tidak asing lagi dengan bekas kabel telepon.
Rekan amatir yang menggunakan radio built-up, tidak asing dengan istilah “tangga monyet”.
Untuk menghitung impedansi kabel saluran dari pemancar ke antena (kabel telepon ataupun tangga monyet) dapat dilihat rumus dibawah ini.
Z = 276 log (2D/d)
Z = impedansi kabel saluran
D = jarak antar kabel /spasi
d = diameter kawat

Referensi :
Vademicum Elektronika Wasito
Catatan Matakuliah Antena dan propagasi

Transmitter AM Class E

Oleh YC2XI (Nursihan Wardhana – Yogyakarta)
mBah Mangun Yogyakarta

081 328 020 592

Satu langkah maju bagi perkembangan pemancar AM yang menggunakan Oscilator DDS (Direct Digital Synthesizer) dengan kestabilan tinggi, juga dimodulir dengan sistem PDM (Pulse Duration Modulation) yang orang menyebutnya dengan klas E.

Osc DDS

Untuk dowload klik disini

Modulator

untuk dowload klik disini

Linier Power Amplifier

untuk download klik disini

Layout PCB :

COMBINER MOSFET IRFP 250

oleh YC3TKM
Skema ini kiriman dari Bp Widi Gresik, juga Bp. Eko Surabaya, yang ditunggu-tunggu banyak orang

Berikut foto kombiner pak Eko dan pak Widi Gresik, juga skema / layout pcb plus skema kombiner yang beliau pakai.
Untuk layout kombiner ada sedikit yang perlu diperbaiki, yaitu jalur Source (Emitor) dari mosfet di sisi sebelah kiri harus dijumper dengan kabel kira2 1.5mm ke bidang ground yang besar. Kalau tidak, maka output tidak akan imbang antara kiri dan kanan, sehingga kalo digabung akan nglokro.


 

Hasilnya Bp Widi :

Yang ini punya Pak Eko Surabaya

Yang ini kiriman dari Pak Didik Suntoro/Toni Marhen- Kab Musi Banyu Asin – Sumatera Selatan

Layout PCB:
Continue reading

BOSTER 813 GROUNDED GRID

Skema boster menggunakan tabung 813
download disini
Keterangan :
L = Lilitan Trifilar Ø kawat 2mm digulung pada ferit radio 22 lilitan .
Komponen yang lain sama dengan komponen pada skema tabung.
Jika ingin dibuat 2×813, tinggal diparalel saja… Ok.
Selamat ber iwak…iwak…

Data tabung 813 klik disini

SSB TRANSCEIVER 80M / 40M

Oleh MOCH LUTFI (YC3LSB)

Sistim dari Homebrew Dua Band Transceiver ini sebenarnya adalah kerja Pengurangan dari Frekwensi oscillator dengan frekwensi kerja dari Exciter yang pengerjaannya dilaksanakan pada bagian RF Unit dalam hal ini dikerjakan oleh bagian Diode Balance Modulator lihat rangkaian 4x diode 1N4148 dan dikuatkan oleh bagian Penguat RF Amplifier. Disini Exciter kita kerjakan pada frekwensi antara 3.250 Kc s/d 3.450 Kc dengan Mod USB yang berfungsi IF.Kenapa kita pakai Mode USB karena hasil penguran dari frekwensi oscillator di bagian RF Unit nanti akan bekerja pada Mode LSB yang mana pada Band 80M dan 40M Band pada umumnya adalah bekerja dengan Mode LSB. Continue reading

GULUNG TRANSFORMATOR (TRAFO)

Pemancar yang menggunakan tabung, pasti memerlukan tegangan tinggi. Sedangkan transformator (trafo) yang ada dipasaran umumnya tegangannya rendah ampernya tinggi. Yang kita butuhkan trafo tegangan tinggi ampernya rendah.
Kita mencoba menggulung trafo dengan menggunakan rumus sbb:
Lilitan/Volt (N/V) = Frekwensi Listrik : Luas Penampang Koker.
Continue reading

TES EMISI TABUNG

Rekan-rekan homebrew mulai kebingungan, jika pesawat atau bosternya tidak bekerja seperti biasanya, terutama yang menggunakan lampu tabung. Kesimpulan terakhir yang mereka dapat adalah lampu tabungnya sudah waktunya diganti alias saatnya “minta adik”. Emisi tabung identik dengan “hfe” pada transistor yang merupakan parameter tingkat penguatan sebuah rangkaian penguat (amplifier).
Cara sederhana untuk mengetahui emisi lampu tabung sbb: Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.